BismilahiRahmaniRahim. In Syaa Allah akan dibahas materi tentang tanda ‘irab dalam bahasa arab, dilengkapi dengan contoh.
Mungkin bagi pemula yang baru mengenal bahasa arab akan sangat membingungkan ketika menemukan harakat akhir suatu kata bisa berubah-ubah, ada yang dhammah, fathah, kasrah, jar, dan sebagainya. Semoga materi ini dapat membantu !.
I. Definisi ‘Irab (الإعراب)
الإعْرَابُ هُوَ تَغْيِيْر أواخر الكلمة لاختلاف العوامل الدّاخلة عليها لفظا أو تقديرا
I’rab adalah perubahan harakat akhir suatu kata disebabkan berbedanya ‘amil/faktor, baik secara lafadz ataupun secara perkiraan.
Contoh 1:
جَاءَ الطَّالِبُ – رَأَيْتُ الطَّاِلبَ – مَرَرْتُ بِالطَّالِب – اضْرِبْ يَاخَالدُ
Contoh 2:
جَاءَ الطَالبَانِ – رَأيتُ الطَالِبَيْنِ، مَرَرْتُ بِالطَالِبِيْن
Apabila kita perhatikan kata-kata cetak merah pada contoh-1 di atas, semuanya berbeda harakat, ada yang dhammah، fathah, kasrah dan sukun. Bahkan pada contoh-2, sama sekali tandanya bukan harakat melainkan huruf. Mari kita lanjutkan dan semuanya akan terjawab di bawah!.
II. Pembagian Tanda ‘Irab
Sebuah kata ketika sudah dirangkai dalam suatu kalimat, ia akan memiliki mahal ‘irab dengan tanda ‘irabnya masing-masing. Hal ini dipengaruhi oleh jenis kata dan posisi yang ia tempati.
Pada pasal ‘irab, terdapat empat tanda yang wajib diketahui yaitu rafa’, nashab, khafad dan jazm.
Keempat tanda ini dibagi menjadi dua kategori.
a). Tanda ‘irab dengan harakat (tanda ‘irab asli) yaitu:
- Rafa’ tandanya dengan dhammah.
- Nashab tandanya dengan fathah.
- Khafad tandanya dengan kasrah.
- Jazm tandanya dengan sukun.
b). Tanda ‘irab dengan huruf (tanda ‘irab far’i/cabang) yaitu:
- Rafa’ tandanya dengan huruf wawu, alif dan nun.
- Nashab tandanya dengan huruf alif, iya dan membuang nun.
- Khafad tandanya dengan huruf iya.
- Jazm tandanya dengan membuang huruf ‘illat dan huruf nun.
1). Tanda ‘Irab Rafa’
Dari dua kategori tanda ‘irab di atas, tanda ‘irab rafa’ meliputi: dhammah, alif, huruf waw dan nun.
Pertanyaanya adalah kata benda (isim) atau kata kerja (fi’il) apa saja yang tanda ‘irab rafa’nya seperti di atas? Berikut jawabanya !
a. Dhammah (الضمة)
Tanda ‘irab rafa’ dengan harakat dhammah berlaku untuk:
- Isim mufrad (isim bermakna tunggal), seperti:
جَاءَ الطَّالِبُ
Seorang siswa telah datang
- Jamak taksir (isim bermakna banyak dengan bentuk lafadz tidak beraturan), seperti:
جَاءَ الاصدقاءُ
Kawan-kawan telah datang
- Jamak muanats salim (isim bermakna banyak untuk perempuan), seperti:
جَائَتْ الطَالبَاتُ
Para Siswi telah datang
- Fi’il mudhari’ (kata kerja/fi’il bermakna sedang/akan datang), seperti:
خَالدٌ يَذْهَبُ إِلى السُوْقِ
Kholid sedang pergi ke pasar
b). Wawu (الواو)
Tanda ‘irab rafa’ dengan huruf wawu berlaku untuk:
- Jamak Mudzakar Salim (isim bermakna banyak untuk laki-laki), seperti:
جَاءَ الطَّالبُوْنَ
- Isim Lima, seperti:
جَاءَ أَخُوْكَ
Saudaramu telah datang
c). Alif (الالف)
Tanda ‘irab rafa’ dengan huruf alif berlaku untuk isim mutsana (isim bermakna dua, baik untuk laki/perempuan), seperti:
جَاء الطَّالبَانِ /جَائَتْ الطَّالِبَتَان
Dia siswa/siswi telah datang
d). Nun (النون)
Tanda ‘irab rafa’ dengan huruf nun berlaku untuk fi’il lima (fi’il mudhari’ yang jumlahnya hanya lima, sesuai dengan dhamir berikut ( هُما/أنتُما/هُمْ/أنتُمْ/أَنْتِ).

Seperti:
خَالدٌ وَ زَيدٌ يَذْهَبَانِ إِلى السُّوْقِ
Kholid dan Zaid sedang pergi ke pasar
2. Tanda ‘Irab Nashab
وَ لِلنَّصْبِ خَمْسُ عَلَامَاتٍ : وَهِيَ الفَتْحَةُ، وَالأَلِفِ، وَالكَسْرَةُ، وَاليَاءُ، وَحَذْفُ النُّوْنِ
Tanda ‘irab nashab meliputi: fathah, kasrah, alif, iya dan membuang nun.
a). Fathah
Tanda ‘irab nashab dengan fathah berlaku untuk:
- Isim mufrad, seperti:
رَأَيْتُ الطَاِلبَ
Aku melihat seorang siswa
- Jamak taksir, seperti:
رَأَيْتُ الأصْدِقَاءَ
Aku melihat kawan-kawan
- Fi’il mudhari’ (mufrad) ketika dimasuki ‘amil nawashib, seperti:
لَنْ يَكْتُبَ الطَّالِبُ الدَّرْسَ
Siswa itu tidak menulis pelajaran
b). Kasrah
Tanda ‘irab nashab dengan kasrah berlaku untuk jamak muannats salim, seperti:
رَأيتُ الطَّالباتِ
Aku melihat para siswi
c). Alif (الالف)
Tanda ‘irab nashab dengan huruf alif berlaku untuk isim lima, seperti:
رَأَيْتُ أَخَاكَ
Aku melihat saudaramu
d). Iya (الياء)
Tanda ‘irab nashab dengan huruf iya berlaku untuk:
- Isim mutsanna, seperti:
رَأَيْتُ الطَّالِبَيْنِ
Aku melihat dua siswa
- Jamak mudzakkar salim, seperti:
رَأَيْتُ الطَالِبِيْنَ
Aku melihat para siswa
e). Membuang huruf nun (النون)
Tanda ‘irab nashab dengan membuang huruf nun berlaku untuk fi’il lima ketika dimasuki ‘amil nawashib, seperti:
لَنْ يَكْتُبَا، لن تكتبا، لَنْ يَكْتُبُوْا، لن تكتبوا وَلَنْ تَكْتُبِى
خَالدٌ وَ زَيْدٌ لَنْ يَكْتُبَا الدَّرْسَ
Kholid dan Zaid tidak menulis pelajaran
3. Tanda ‘Irab Khofad
ثَلَاثُ عَلَامَاتٍ وَهِيَ : اَلْكَسْرَةُ، وَاَلْيَاءُ، وَاَلْفَتْحَةُ
Tanda ‘irab khafad meliputi: kasrah, iya dan fathah.
a). Kasrah
Tanda ‘irab khafad dengan tanda kasrah berlaku untuk:
- Isim Mufrad, seperti:
مَرَرْتُ بِالطَالِبِ
Aku berpapasan dengan seorang siswa
- Jamak taksir, seperti:
مَرَرْتُ بِالأصدقَاءِ
Aku berpapasan dengan kawan-kawan
- Jamak muanats salim, seperti:
مَرَرْتُ بالطَالِبَاتِ
Aku berpapasan dengan para siswi
b). Iya (الياء)
Tanda ‘irab khafad dengan tanda huruf iya berlaku untuk:
- Isim Lima, seperti:
مَرَرْتُ بِأَخِيْكَ
Aku berpapasan dengan saudaramu
- Isim Mutsana, seperti:
مَرَرْتُ بِالطَّالِبَيْنِ
Aku berpapasan dengan dua siswa
- Jamak Mudzakar Salim, seperti:
مررت بالطَالِبِيْنَ
Aku berpapasan dengan para siswa
c). Fathah
Tanda ‘irab khafad dengan tanda fathah berlaku untuk isim ghair munsharif ketika tidak dimasuki alif lam atau tidak sedang idhafat, seperti:
سَلَّمتُ عَلَى إِبرَهِيمَ
Aku bersalaman kepada Ibrahim
تَخَرَّجَ الطلابُ مِنْ مَدَارِسَ مُخْتَلِفَةٍ
Para siswa mereka alumni dari sekolah berbeda
4. Tanda ‘Irab Jazm
وَ لِلجَزْمِ عَلاَمَتَانِ وَ هُمَا السُّكُوْنُ وَ الحَذْفُ
Tanda ‘irab jazm meliputi: sukun, membuang huruf illat, dan membuang huruf nun.
a). Sukun
Tanda ‘irab jazm dengan sukun berlaku untuk fi’il mudhari’ sahih akhir ketika dimasuki ‘amil jawazim, seperti:
خَالدٌ لَمْ يَكْتُبْ الدَّرْسَ
Kholid belum menulis pelajaran
b). Membuang huruf ‘illat
Tanda ‘irab jazm dengan membuang huruf ‘illat berlaku untuk fi’il mu’tal naqish ketika dimasuki ‘amil jawazim, atau ketika dalam bentuk kata kerja perintah, seperti:
يَاخَالدُ اِرْمِ القَمامَةَ
Hai Kholid, buanglah sampai itu.
يَاخَالدُ لاَ تَنْسَ المذاكرةَ
Hai Khalid jangan kau lupa belajar.
c). Membuang huruf Nun
Tanda ‘irab jazm dengan membuang huruf nun berlaku untuk fi’il lima ketika dimasuki ‘amil jawazim, seperti:
لم يَكْتُبَا، لم تكتبا، لم يَكْتُبُوْا، لم تكتبوا ولم تَكْتُبِى
خَالدٌ وَ زَيْدٌ لَمْ يَكْتُبَا الدَّرْسَ
Kholid dan Zaid belum menulis pelajaran
Agar lebih mudah, mengetahui setiap tanda ‘irab di atas, silahkan pelajari pada setiap pasal masing2. Lihat di bagian daftar artikel.
Wallahu’alam. Semoga bermanfaat
اللهم إني أسألك علما نافعا وعملا متقبلا ورزقا طيبا
Referensi:
انظر: كتاب التطبيق النحوي [عبده الراجحي]، ص ٢١ وما بعده





Responses (10)