News...!
اللهم إني أسألك علما نافعا وعملا متقبلا ورزقا طيبا

Lam Al-Taktsir (لام التكثير) Dalam Bahasa Arab

0
(0)

Pernah kepikiran nggak, kenapa isim isyarah (kata tunjuk) dalam bahasa arab ada yang pendek seperti “Dza” (ذا), ada yang sedang seperti “Dzaka” (ذاك), dan ada yang panjang seperti “Dzalika” (ذلك)?

Nah, huruf lam yang nyelip di kata Dzalika itu disebut oleh para ahli nahwu sebagai Lam al-Taktsir. Mari kita bedah rahasianya!

1. Fungsi Lam Al-Taktsir

Secara sederhana, Lam Al-Taktsir di sini adalah huruf zaidah. Fungsinya untuk “Taktsir” alias menambah atau memperjauh jarak isyarat (dari “ini” menjadi “itu yang jauh”).

Menurut ulama Bashrah (mazhab tata bahasa yang terkenal teliti):

  • Dza (ذا): Nama aslinya (Kata Benda/Isim).
  • Lam (لـ): Huruf tambahan untuk Taktsir.
  • Kaf (ك): Huruf untuk bicara sama lawan bicara (Khitab).

2. Status Lam dan Kaf

Dalam tata bahasa Arab, setiap huruf harus jelas posisinya. Nah, di bab Lam al-Taktsir ini, ulama (khususnya mazhab Bashrah) memberikan argumen yang sangat logis kenapa huruf Lam dan Kaf itu “cuma figuran” alias tidak punya mahal i’rab.

Berikut adalah poin-poin pendapat ulama yang tidak boleh kita lewatkan:

1. Argumen pamungkas Sibawayh, tokoh legendaris Nahwu, menegaskan bahwa huruf-huruf ini tidak menempati posisi i’rab apapun (tidak Rafa’, Nashab, maupun Jar). Mengapa?

–» Karena bukan sebagai Kata Ganti (Dhamir): Jika Kaf pada Dzalika dianggap punya posisi Nashab atau Jar, maka logikanya kita bisa bilang sesuatu seperti ذاك نفسك زيد “Dzakka nafsuka Zaid” (seperti susunan idhafah atau taukid). Tapi kenyataannya? Tidak ada satu pun orang Arab yang bicara begitu.

–» Mustahil Jadi Idhafah (Penyandaran): Isim isyarah (kata tunjuk) termasuk kategori isim mubham yang secara kaidah sudah tetap, tidak boleh disandarkan (di-Idhafah-kan) kepada kata lain. Jadi, mustahil kalau Dza dianggap menyandar kepada Kaf.

Ulama sepakat bahwa huruf Lam (لـ) di tengah kata Dzalika adalah Zaidah (tambahan).

  • Fungsinya murni untuk memberikan penekanan atau menunjukkan jarak yang jauh.
  • Karena statusnya tambahan, dia tidak merusak struktur asli dari kata benda utamanya, yaitu Dza.

-» Masalah “Kalam” (Kalimat yang Sempurna)

Para ulama juga mengajak kita berpikir lewat logika kalimat:

Jika kamu mengucapkan “Dzalika” (Itu…) lalu diam, apakah pendengar paham? Tentun tidak.

Ini membuktikan bahwa Dzalika hanyalah satu kesatuan kata tunjuk. Kalimat baru yang diawali dengan mubtada dianggap sempurna kalau ada Khabar setelahnya. Artinya, Kaf di sana bukan “objek” atau “pemilik”, melainkan hanya huruf khitab (penanda bahwa kita sedang bicara pada seseorang).

Lihat juga: Lamul Milki VS Lamul Istihqaq (لام الملك والاستحقاق), Lam Al-Aqibah (لام العاقبة)

Kenapa Pendapat Ini Penting?

Ulama ingin kita teliti: tidak semua yang menempel di ujung kata benda adalah “pemilik” atau “objek”. Dalam kasus Dzalika, itu adalah paket lengkap isyarat

3. Misteri Huruf Lam 

Ternyata para ulama punya cara pandang yang berbeda soal asal-usul kata ini. Yuk, kita simak!

A. Imam Sibawayh punya aturan main yang tegas. Menurut beliau, huruf Lam pada kata ذلك (Dzalika? berfungsi sebagai Taukid (penguat) isyarat dengan syarat:

Tidak boleh menggabungkan Ha (هـ) di awal (seperti Ha-dza) dengan Lam (لـ) di tengah. Pilihannya cuma: ذاك (Dzak-ka)، ذلك (Dzalika), atau هذا (Ha-dza).

Alasanya karena Ha dan Lam itu fungsinya sama-sama menarik perhatian. Dalam bahasa Arab, kalau dua fungsi sudah diwakili satu huruf, gak perlu ditambah lagi. Jadi, mengucapkan هذلك (Hadzalika)!itu dilarang keras (Ilegal secara bahasa)!

B. Imam Al-Farra’ dan para ulama Kufah punya pendapat yang sedikit berbeda. Mereka menyebut huruf ini sebagai Lam al-Taktsir (Lam penambah makna).

Meskipun disebut tambahan, mereka menegaskan kalau Lam ini punya faedah, bukan sekadar “sampah” atau hiasan kata.

Menurut orang Kufah, nama asli kata tunjuk itu cuma satu huruf, yaitu “Dzal” (ذ) saja. Huruf Alif-nya cuma penyambung (Shilah). Huruf Lam-nya untuk Taktsir (memperbanyak makna jarak). Huruf Kaf-nya untuk bicara (Khitab).

5. Lam Taktsir Pada Kata “Ula’ika”

Ternyata, si Lam ini gak cuma hobi nongkrong di kata Dzalika. Dia juga bisa muncul di kata “Ula’ika” (أولئك).
Bahkan dalam puisi kuno, ada yang menyebutnya “Ula-lika” (أولالك).

Contohnya dalam bait syi’ir A’sya:

أُولَالِكَ قَوْمِي لَمْ يَكُونُوا أَشَابَةً … وَهَلْ يَعِظُ الضَّلِيلَ إِلَّا أُولَالِكَا

“Mereka itulah kaumku, mereka bukanlah orang-orang campuran (nasabnya murni)… dan tidak ada yang bisa memberi pelajaran kepada orang yang sesat kecuali (teladan dari) mereka itu.”

Kenapa Syair Ini Penting dalam Ilmu Nahwu?

Sebab syair ini menjadi rujukan untuk membuktikan teori para ulama Kufah. Berikut poin-poin menariknya:

1. Kata “Ula-lika” (أولالك): Normalnya, kita menggunakan “Ula-ika” (أولئك) untuk menunjuk “mereka itu”. Tapi di sini, Al-A’sya menyisipkan huruf Lam tambahan di tengahnya menjadi Ula-lika. Inilah yang disebut Lam al-Taktsir.

2. Membanggakan Kemurnian (Asyabah): Penyair menggunakan kata asyabah (campuran/asing) untuk menegaskan bahwa kaumnya adalah orang-orang mulia yang nasabnya terjaga. Dia ingin bilang: “Lihatlah mereka itu (dengan penekanan Lam), mereka adalah standar kemuliaan.”

3. Versi Ala-likka: Terdapat versi yang lebih mantap lagi dengan cara ditasydid (ditekan), jadi “Ala-likka” (ألالك). Ini menunjukkan betapa fleksibelnya bahasa Arab dalam memberikan penekanan emosi lewat satu huruf saja.

Kesimpulan Singkat:

  • Sibawayh (Bashrah): Fokus pada efisiensi. Jangan gabungkan Ha penunjuk dekat dengan Lam penunjuk jauh.
  • Al-Farra’ (Kufah): Fokus pada anatomi. Huruf inti cuma satu, sisanya adalah penguat makna.

Ternyata urusan nunjuk “itu” aja ribet dan puitis ya? Dari dua pendapat ini, menurutmu mana yang lebih masuk akal: teori “Pilih satu” ala Sibawayh atau teori “Huruf Inti cuma Dzal” ala Kufah?


Zizo: 23 – 04 – 2026

Referensi:

انظر: كتاب للامات، ص ١٣١ وما بعدها

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *