1. Harakat Dzahirah (Tanda Nampak)
Yaitu perubahan bunyi harakat di akhir kata yang terlihat jelas dan bisa diucapkan, sebab huruf terakhirnya adalah huruf asli/sehat (shahih). Contoh:
- Rafa’ (Subjek): ذَهَبَ خَالِدٌ (Khalid-un)
- Nasab (Objek): رَأَيْتُ خَالِدًا (Khalid-an)
- Jar (Keterangan): مَرَرْتُ بِخَالِدٍ (Khalid-in)
2. Harakat Muqaddarah (Tanda Tersembunyi)
Yaitu perubahan status gramatikal (i’rab), namun tanda harokatnya tidak muncul di tulisan maupun lisan, sebab huruf terakhirnya adalah huruf penyakit (illat) seperti Alif, Wawu, atau Ya, yang menghalangi munculnya harakat. Contoh:
- Rafa’ (Subjek): ذَهَبَ الفَتَى (Al-Fata — tetap berakhiran bunyi ‘a’)
- Nasab (Objek): رَأَيْتُ الفَتَى (Al-Fata — tetap berakhiran bunyi ‘a’)
- Jar (Keterangan): مَرَرْتُ بِالفَتَى (Al-Fata — tetap berakhiran bunyi ‘a’)
Pada Harakat Dzahirah, amil (faktor pengubah) langsung mengubah bunyi vokal akhir. Sedangkan pada Harokat Muqaddarah, amil tetap bekerja mengubah status kata, namun bunyinya “dikira-kirakan” karena adanya hambatan pada huruf akhirnya. akhir suatu kata yang nampak dengan tanda dhammah, fathah dan kasrah.
3. Kelompok Dengan Tanda ‘Irab Harakat Dzahirah
A. Isim Mufrad
(الاسم المفرد) ما دل على معدود واحد سواء كان مذكرا أو مؤنثا، فيرفع بالضمة وينصب بالفتحة ويجر بالكسرة
Isim mufrad yaitu isim yang memiliki arti tunggal, baik untuk laki maupun perempuan. Tanda ‘irabnya:
- Rafa‘ dengan dhammah dzahirah
- Nashab dengan fathah dzahirah
- Jar dengan kasrah dzahirah, seperti:
ذَهَبَ خَالِدٌ / رَأَيْتُ خَالدًا / مَرَرْتُ بِخَالِدٍ
Kholid sudah pergi / Aku melihat kholid / Aku berpapasan dengan khalid
الشَّجَرَةُ مُرْتَفِعَةٌ / رَأَيْتُ الشَّجَرَةَ المُرْتَفِعَةَ / وَقَفَ خَالِدٌ أَمَامَ الشَّجَرَةِ المُرْتَفِعَةِ
Pohon itu tinggi / Aku melihat pohon yang tinggi / Kholid berdiri di depan pohon yang tinggi
B. Jamak Taksir
( جمع التكسير ) ما دل على أكثر من اثنين أو اثنتين ولكن بتغير بناءه في صورة الجمع عن صورة المفرد. فيرفع بالضمة وينصب بالفتحة ويجر بالكسرة
Jamak Taksir yaitu isim yang memiliki arti lebih dari dua, baik untuk laki maupun perempuan.
Pola Jamak Taksir diambil dari bentuk mufrad, namun perubahanya tidak beraturan seperti yang terjadi pada jamak mudzakkar salim dan jamak muannats salim. Artinya, pada umumnya bersifat sima’i (Dari orang arabnya), meskipun terdapat beberapa wazan yang bisa jadikan acuan untuk membentuk jamak taksir, namun berlaku untuk sebagian kecil saja.
Tanda ‘irab jamak taksir yaitu:
- Rafa’ dengan dhammah dzahirah
- Nashab dengan fathah dzahirah
- Jar dengan kasrah dzahirah, seperti:
جَيْشٌ ج جُيُوْشٌ / مَسْجِدٌ ج مَسَاجِدُ / طَالِبٌ ج طُلاَّبٌ
جَاءَ الطُلاَّبُ / رَأَيْتُ الطُلاَّبَ / مَرَرْتُ بِالطلاَّبِ
Para siswa telah datang / aku melihat para siswa / aku berpapasan dengan para siswa
C. Jamak Muannats Salim
ما دل على اثنتين بزيادة ألف وتاء في آخره. فيرفع بالضمة وينصب ويجر بالكسرة
Jamak Muannats Salim adalah setiap isim yang memiliki arti lebih dari dua (perempuan) yang pada akhir kalimatnya ditandai dengan penambahan huruf alif dan ta’ maftuhah. Lihat pada pasal khusus jamak muannats salim.
Tanda ‘irabnya:
- Rafa‘ dengan dhammah dzahirah
- Nashab dan Jar dengan kasrah dzahirah, seperti;
طَالِبُ ج طَالِبَاتٌ / سَيَارَةٌ ج سَيَارَاتٌ
جَائَتْ الطَّالبَاتُ / رَأَيْتُ الطَّالبَاتِ / مَرَرْتُ بِالطَّالبَاتِ
Para siswi telah datang / aku melihat para siswi / aku berpapasan dengan para siswi
4. Kelompok Dengan Tanda ‘Irab Harakat Muqaddarah
A. Isim Maqsur
( الاسم المقصور ) هو الاسم المعرب الذي ينتهي بألف لازمة، يرفع بالضمة المقدرة، ينصب بالفتحة المقدرة ويجر بالكسرة المقدرة منع من ظهورها التعذر
Isim maqsur yaitu isi mu’rob berakhiran alif lazimah. Tanda “irabnya:
- Rafa‘, dengan dhammah muqadarrah
- Nashab dengan fathah muqaddarah
- Jar dengan kasrah muqadarrah, seperti:
إِنَّ الفَتَى مُجْتَهِدٌ / رَأَيْتُ الفَتَى المُجْتَهِدَ / مَرَرْتُ بِا الفَتَى المُجْتَهِدِ
Pemuda itu sunggung rajin / Aku melihat pemuda yang rajin / Aku berpapasan dengan pemuda yang rajin.
B. Isim Manqush
( الاسم المنقوص ) هو الاسم المعرب الذي آخره ياء لازمة غير مشددة قبلها كسرة، يرفع بالضمة المقدرة، ينصب بالفتحة الظاهرة ويجر بالكسرة المقدرة منع من ظهورها الثقل
Isim mu’rab berakhiran huruf iya lazimah tidak bertyasdid. Tanda ‘irabnya:
- Rafa‘, dengan dhammah muqadarrah
- Nashab dengan fathah dzahirah
- Jar dengan kasrah muqadarrah, seperti:
القَاضِى عَادِلٌ / رَأَيْتُ القَاضِيَ العَادِلَ / مَرَرْتُ بِاالقَاضِى العَادِلِ
Hakim itu adil / Aku melihat hakim yang adil / aku berpapasan dengan hakim yang adil
Perbedaan tanda ‘irab isim maqsur dan manqush yaitu ketika dalam keadaan manshub. Maqsur dengan Fathah muqodarrah dan manqus dengan fathah dzahirah.
Catatan:
-» Apabila Isim manqus tidak ber-alif lam, maka huruf iya dalam keadaan rafa’ dan jar dibuang dan diganti dengan tanwin ‘iwad. Jadi tanda ‘irabnya yaitu diperkirakan atas membuang huruf Iya.
Contoh:
جَاءَ قَاضٍ/ مَرَرْتُ بِقَاضٍ
Seorang hakim telah datang / aku berpapasan dengan seorang hakim.
قَاضٍ : فاعل مرفوع وعلامة رفعه الضمة المقدرة على الياء المخذوفة, قَاضٍ : اسم مجرور بحرف جار وعلامة جره الكسرة المقدرة على الياء المخذوفة
-» Setiap isim, (mufrad, jamak taksir, jamak mudzakar salim/muannats salim), apabila sedang idhafat kepada huruf iya mutakallim, maka tanda ‘irabnya muqaddarah, seperti:
كِتَابِي مُفِيْدٌ
Kitabku bermanfaat.
كِتَابِي : مبتدأ مرفوع وعلامة رفعه الضمة المقدرة على الباء منع من ظهورها اشتغال المحل بالحركة المناسبة
Untuk lebih lengkapnya lihat materi Tanda ‘Irab
Wallahu’alam. Semoga bermanfaat
اللهم إني أسألك علما نافعا وعملا متقبلا ورزقا طيبا
Sumber: Abas Hasan, An-Nahwu Al-Wafi, Cetakan ke-3, Dar El-Ma’arif – Cairo.




