News...!
اللهم إني أسألك علما نافعا وعملا متقبلا ورزقا طيبا

Fi’il Tsulasi & Ruba’i Dalam Ilmu Sharf

0
(0)

BismilahiRahmaniRahim.

In Syaa Allah akan dibahas tentang wazan-wazan fi’il tsulasi dan ruba’i.

Mengetahui bentuk dasar dari kata kerja fi’il sangat penting, sebab membantu kita dalam menentukan wazan asli dari fi’il tersebut sesuai kaidah mizan sharfy,  dan juga membantu kita dalam memahami arti dari setiap kata.

Seperti: Kata kerja ضَرَبَ (fi’il madhi) berwazan فَعَلَ yang mudhari’nya berwazan يَفْعِلُ . Apabila kita tidak mengetahui perubahan bentuk kata kerja mudhari’nya, tentu kita akan bingung ketika hendak merubah kata tersebut ke bentuk fi’il ‘amr, apakah berbunyi اِضْرِبْ, atau اُضْرُبْ, atau اَضْرَبْ. Dengan demikian, mengetahui bentuk dasar fi’il dan juga wazan-wazanya sangat penting untuk kita pelajari.

Fi’il Berdasarkan Jumlah Huruf

Fi’il berdasarkan jumlah hurufnya dibagi menjadi 2 kelompok yaitu: fi’il tsulasi (tiga huruf asli), dan fi’il ruba’i (empat huruf asli), yang masing-masing dari keduanya, terdapat kelompok yang jumlah hurufnya tetap 3 atau 4 yang disebut dengan mujarrad, dan kelompok yang jumlah hurufnya bertambah disebut dengan mazid.

1. Fi’il Tsulasi Mujarrad ( الثلاثي المجرّد )

ما كان كل حروفه أصلية و يكون ثلاثيا

Fi’il tsulasi mujarrad yaitu fi’il yang memiliki tiga huruf asli ( tanpa tambahan).

Fi’il-fi’il yang tergolong tsulasi mujarrad sesuai mizan sharfy memiliki enam bentuk/wazan/timbangan), berikut wazan dan mauzunya:

فَعَلَ – يَفْعُلُ -» نَصَرَ – يَنْصُرُ
فَعَلَ – يَفْعِلُ -» ضَرَبَ – يَضْرِبُ
فَعَلَ – يَفْعَلُ -» فَتَحَ – يَفْتَحُ
فَعِلَ – يَفْعَلُ -» عَلِمَ – يَعْلَمُ
فَعِلَ – يَفْعِلُ -» حَسِبَ – يَحْسِبُ
فَعُلَ – يَفْعُلُ -» كَرُمَ – يَكْرُمُ

2. Fi’il Tsulasi Mazid (الثلاثي المزيد)

فالثلاثي يزاد فيه حرف أو حرفان أو ثلاثة

Fi’il tsulasi mazid yaitu fi’il yang memiliki huruf tambahan dari jumlah huruf aslinya, baik tambahanya satu huruf, dua dan atau huruf.

Huruf-huruf tambahan ini berfungsi untuk merubah makna, seperti dalam bahasa Indonesia, makan berawalan ‘me’ dan akhiran ‘an’ menjadi ‘memakan‘.

a). Fi’il Tsulasi Mazid dengan tambahan satu huruf

Fi’il tsulasi mazid dengan tambahan satu huruf memiliki tiga wazan berikut:

  • Dengan menambahkan hamzah di awal kata, seperti: كَرُمَ (mulya) menjadi أكْرَمَ (memulyakan)
  • Dengan menggandakan ‘ain fi’il, seperti: كَرُمَ (mulya) menjadi كَرَّمَ (memulyakan)
  • Dengan menambahkan huruf alif setelah fa fi’il, seperti: قَتَلَ (membunuh) menjadi قَاتَلَ (saling membunuh).

أفْعَل – يُفْعِلُ -» أكْرَمَ – يُكْرِم
فَعَّلَ – يُفَعِّلُ -» كَرَّمَ – يُكَرِّمُ
فَاعَلَ – يُفَاعِلُ -» قَاتَلَ – يُقَاتِلُ

b). Fi’il Tsulasi Mazid dengan tambahan dua huruf

Fi’il tsulasi mazid dengan tambahan dua huruf memiliki lima wazan berikut:

  • Dengan menambahkan huruf alif dan nun di awal, seperti: كَسَرَ (pecah) menjadi اِنْكَسَرَ (terpecah), atau قَسَمَ (bagian) menjadi اِنْقَسَمَ (terbagi).
  • Dengan menambahkan huruf alif di awal, dan huruf ta setelah fa fi’il, seperti: جَمَعَ (kumpul) menjadi اجْتَمَعَ (terkumpul/terhumpun).
  • Dengan menambahkan huruf alif di awal dan menggandakan lam fi’il, seperti: حَمَرَ (merah), menjadi اِحْمَرَّ (memerah).
  • Dengan menambahkan huruf ta di awal, dan menggandakan ‘ain fi’il tengah, seperti: عَلِمَ (mengetahui) menjadi تَعَلَّمَ (belajar/ingin mengetahui).
  • Dengan menambahkan huruf ta di awal, dan huruf alif  setelah fa fi’il, seperti: جَهَلَ (bodoh) menjadi تَجَاهَلَ (Berpura-pura bodoh).

انْفَعَل – يَنْفَعِلُ -» اِنْكَسَرَ – يَنْكَسِرُ
افْتَعَل – يَفْتَعِلُ -» اجْتَمَعَ – يَجْتَمِعُ
افْعَلَّ – يَفْعَلُّ -» احْمَرَّ – يَحْمَرُّ
تفعَّلَ – يَتَفَعَّلُ -» تَعَلَّمَ – يَتَعَلَّم
تَفَاعَلَ – يَتَفَاعَلُ -» تَجَاهَلَ – يَتَجَاهَلُ

c. Fi’il Tsulasi Mazid dengan tambahan tiga huruf

Fi’il tsulasi mazid dengan tambahan tiga huruf memiliki empat wazan berikut:

  • Dengan menambahkan huruf alif, sin dan ta di awal, seperti: غَفَرَ (mengampuni) menjadi اسْتَغْفَرَ (meminta ampun).
  • Dengan menambahkan huruf alif di awal, huruf wawu setelah ‘ain fi’il, dan pengulangan ‘ain fi’il sebelum lam fi’il, seperti: عَشِبَ (rumput tumbuh) menjadi اعْشَوْشَبَ (rerumputan banyak tumbuh)
  • Dengan menambahkan huruf alif di awal, dan huruf wawu ganda sebelum lam fi’il, seperti: جلذ (melaju) menjadi اجْلَوَّذَ (melaju dengan kencang).
  • Dengan menambahkan huruf alif di awal, huruf alif setelah ‘ain fi’il dan menggandakan lam fi’il, seperti: حَمر (merah) menjadi احْمَارَّ (memerah).

اسْتَفْعَلَ – يَسْتَفْعِلُ -» اسْتَغْفَرَ – يَسْتَغْفِرُ
افْعَوْعَلَ – يَفْعَوْعِل -» اعْشَوْشَبَ – يَعْشَوْشِبُ
افْعَوَّل – يَفْعَوِّلُ -» اجْلَوَّذَ – يَجْلَوِّذُ
افعالَّ – يَفْعَالُّ -» احْمَارَّ – يَحْمَارُّ

3. Fi’il Ruba’i Mujarrad (الرباعي المجرد)

ما كان كل حروفه أصلية و يكون رباعيا

Fi’il Ruba’i Mujarrad yaitu fi’il yang memiliki empat huruf asli ( tanpa tambahan). Fi’il kategori ini hanya memiliki satu wazan yaitu:

فَعْلَلَ – يُفَعْلِلُ -» دَحْرَجَ – يُدَحْرِجُ / وسوس – يُوَسْوِسُ / بَلْبَلَ – يُبَلْبِلُ

4. Fi’il Ruba’i Mazid (الرباعي المزيد)

فالرباعي يزاد فيه حرف أو حرفان

Fi’il ruba’i mazid yaitu fi’il yang memiliki huruf tambahan dari jumlah huruf aslinya, baik tambahanya satu huruf, atau dua huruf.

a). Fi’il Ruba’i Mazid dengan tambahan satu huruf

Fi’il Ruba’i Mazid dengan tambahan satu huruf hanya memiliki satu wazan yaitu dengan menambahkan huruf ta di awal kata.

تَفَعْلَلَ – يَتَفَعْلَلُ -» تَدَخْرَجَ – يَتَدَخْرَجُ

b). Fi’il Ruba’i Mazid dengan tambahan dua huruf

Fi’il Ruba’i Majid dengan tambahan dua huruf memiliki dua wazan yaitu:

  • Dengan menambahkan huruf alif di awal, dan menggandakan lam fi’il, seperti طَمْأَنَ menjadi اِطْمَأَنَّ (menjadi tenang)

اِفْعَلَلَّ – يَفْعَلِلُّ -» اِطْمَأَنَّ – يَطْمَئِنُّ

  • Dengan menambahkan huruf alif di awal, dan huruf nun setelah ‘ain fi’il, seperti: فَرْقَعَ menjadi اِفْرَنْقَعَ (meletus/meledak/terpecah belah)

اِفْعَنْلَلَ – يَفْعَنْلِلُ -» اِفْرَنْقَعَ – يَفْرَنْقِعُ


Keterangan:

فَعَلَ -» ضَرَبَ

  • Fa fi’il (فاء الفعل) yaitu huruf asli urutan pertama ض
  • ‘Ain fi’il (عين الفعل) yaitu huruf asli urutan kedua ر
  • Lam fi’il (لام الفعل) yaitu huruf asli urutan ketiga ب

4. Latihan Soal

Soal pertama:

اُذْكُرْ مَاضِي الأَفْعَالِ المُضَارِعَةِ الآَتِيَةِ وَ اكْتُبْ فِي الجُمَلِ المُفِيْدَةِ

Sebutkan bentuk Fi’il Madhi dari Fi’il Mudhari’ berikut ini, lalu buatlah dalam sebuah kalimat sempurna.

يتعَب …. يسعْىَ …. يسْأم …. يرْضَى

Soal kedua:

السُؤَالُ الثَانِي : اكْتُبْ مُضَارِعَ كُلِّ فِعْلٍ مِمَّا يَأْتِي، وَاذْكُرْ وَزْنَهُ، وَوَضِّعْ كُلَّ مُضَارِعٍ فِي الجُمَلِ المُفِيْدَةِ

Tulislah bentuk kata kerja mudhari’ dari kata kerja madhi berikut dan sebutkan wazanya, kemudian buatlah dalam dalam kalimat sempurna

 نَشِطَ …. سَلِمَ …. نَزَلَ

Soal ketiga:

السُؤَالُ الثَالِث: انْظُرْ وَاقْرَأْ هَذِهِ الأَيَةَ الكَرِيْمَةَ

Lihat dan baca Ayat Al-Quran berikut.

ولَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى، ألم يجِدْكَ يَتيماً فآوى، وَوَجَدكَ ضَالاً فَهَدى، وَوَجَدَكَ عَائِلاَ فأَغنى، فآمَّا اليَتِيْمَ فَلاَ تَقهَر، وأمَّا السَّائِلَ فَلاَ تنهرْ، وأمَّا بنِعْمةِ ربِّكَ فحَدِثْ

من هَذِهِ الأَيَةِ، عَيِّن الأَفْعَالَ الثُلاَثِيَةَ المُجَرَّدَةَ، وَاذْكُرْ مُضَارِعَهَا وَوَزْنِهَا

Dari ayat ini, tentukan fi’il tsulasi mujarrad dan sebutkan fi’il mudhari’nya berikut wazanya.


Wallahu’alam. Semoga bermanfaat

اللهم إني أسألك علما نافعا وعملا متقبلا ورزقا طيبا

Untuk referensi silahkan merujuk kitab sharf kaelani.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Responses (17)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *