News...!
اللهم إني أسألك علما نافعا وعملا متقبلا ورزقا طيبا

Perbedaan Huruf Amma, Imma, Ama dan Am Dalam Bahasa Arab

0
(0)

BismilahiRahmaniRahim.

In Syaa Allah akan dibahas materi tentang perbedaan huruf amma, imma, ama dan am dilengkapi dengan contohnya.

Diawali dengan pertanyaan dari Ikhwan via whatsapp group tentang ‘irab kalimat أَمَّا بعد ?

Kalimat أمَّا بَعْدُ terdiri dari dua kata أَمَّا dan بَعْدُ ، dimana amma sebagai perangkat yang digunakan dalam uslub syarat yang spesifikasinya tidak menjazemkan, sementara kata بعد termasuk dhorof zaman.

Untuk fi’il syarat pada susunan kalimat أما بعد telah dibuang yang kemudian posisinya ditempati oleh fi’il syarat perangkat أمّا, apabila ditampilkan dan diperkiraan secara makna sama dengan mahma yakun (مهما يكن).

Kemudian untuk jawab syaratnya yaitu kalimat yang terletak setelah kata ba’du (بعد). Seperti seorang Khatib berkata:

أمّا بعدُ … فيا أيها الحاضرون
أمّا بعدُ … فيا أيها المستمعون
أمّا بعدُ … فإنّي أوصيكم بتقوى الله

Terkait dengan masalah ini, Imam Ibnu Malik bersyair:

قال ابن مالك: أمَّا كمهما يكُ من شيء وَفَا # لتِلْوِ تلوها وُجُوبا ألِفَا

Lalu kenapa kata بعدُ berharakat dhammah?

Pada dasarnya kata بعدُ tidak sendirian, ia merupakan mudhaf pada susunan kalimat idhafat, dari mudhaf ilaih yang dibuang, sehingga ia dihukumi dengan mabni dhammah di tempat nashab sebagai dharaf (maf’ul fih). Apabila ditampilkan berbunyi: أما بعد القول/ذلك

Kesimpulan: Kalimat أمّا بعدُ digunakan untuk meringkas perkataan panjang yang pada umumnya digunakan ketika khutbah jumat، pidato, makalah dan lainya.

Perhatikan contoh cara meng’irabnya:

أما بعد

أما- حرف أداة الشرط وهي شرطية غير جازمة
بعد: ظرف زمان مبني على الضم في محل نصب، لأنه مقطوع عن الإضافة والتقدير: أما بعد قول


Perbedaan huruf amma, imma, ama dan am

1). Huruf amma (أَمَّا) hamzah berharakat fathah dan mim bertyasdid, merupakan perangkat syarat tidak menjazemkan sebagaimana penjelasan di atas.

2). Huruf imma (إمّا) hamzah berharakat kasrah dan mim bertyasdid, ia adalah huruf tafshili (perincian) yang berfungsi untuk pemisah dua kalimat yang biasa diartikan dengan makna (atau).

Huruf ini mengandung faidah pembolehan, alternatif, penyembunyian dan keraguan. Dalam penggunaanya terkadang diulang-ulang, dan terkadang juga posisinya diganti oleh huruf aw (أَوْ).

Contoh1 : Fi’il Mudhori’ + Huruf إمّا + Fi’il Mudhori + إمّا + Fi’il Mudhori’ ُ

سَنَجْتَمِعُ إِمَّا نَلْعَبُ وَإِمَّا نَدْرُس

kita akan berkumpul, baik untuk bermain ataupun belajar.

Contoh2 : Fi’il Mudhori’ + Huruf إمّا + Isim + إمّا + Isim.

سَنَتَاوَلُ إِمَّا لَحْمًا وَ إِمَّا دَجَاجًا

Kita akan makan, baik daging ataupun ayam.

Contoh3: Fi’il Amr’ + Huruf إمّا + Isim + إمّا + Isim

ًاِشرَبْ إِمَّا شَايًا و إِمَّا قَهْوَة

Minumlah, baik teh ataupun kopi.

Contoh4: إمّا + أن + Fi’il Mudhori’ + إمّا+ أن + Fi’il Mudhori’

إِمَّا أَنْ تَرْكَبَ السَيَّارَةَ وَ إِمَّا الدَرَّاجَة

Baik kamu naik mobil ataupun motor.

Contoh5: إمّا + أن + Isim dan Khobarnya + إمّا+ أن + Isim dan khobarnya

إِمَّا أَنَّكَ نَاجِحٌ وَ إِمَّا أَنَّكَ رَاسِب

Baik kamu itu lulus ataupun gagal.

Contoh Al-Quran:

قوله تعالى : قُلْنَا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِمَّا أَنْ تُعَذِّبَ وَإِمَّا أَنْ تَتَّخِذَ فِيهِمْ (الكهف ٨٦ قوله تعالى :وَآخَرُونَ مُرْجَوْنَ لأَمْرِ اللَّهِ إِمَّا يُعَذِّبُهُمْ وَإِمَّا يَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (التوبة ١٠٦ قوله تعالى : إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا  (الانسان ٣

Catatan: Huruf imma tafshili tidak memiliki mahal’irab dalam suatu kalimat, dan tidak juga merubah hukum i’rab kata yang terletak setelahnya.

Apabila semisal kata yang terletak setelah imma tafshili ini merupakan maful bih, maka ia manshub bukan karena adanya imma, melainkan sebab adanya amil/faktor lain yang menashabkanya.

Apabila kita perhatikan pada setiap contoh di atas, huruf imma yang kedua selalu disertai oleh huruf wawu. Ulama Nahwu berpendapat bahwa: ” Huruf wawu tersebut adalah huruf ‘athaf, dan imma adalah huruf tafshili, atau huruf wawu tersebut sebagai huruf zaidah (tambahan) dan imma sebagai huruf ‘athaf “.

3). Huruf ama (أَمَا), hamzah fathah dan mim tidak bertyasdid, ia merupakan huruf ibtida (permulaan) bermakna (maka).

  • Fungsinya sebagai pembukaan, peringatan, pembenaran.
  • Apabila setelah huruf ama terdapat hamzah, maka hamzah tersebut mesti berharakat kasrah, seperti: أما إِنّكَ.
  • Pada umumya digunakan ketika bersumpah, seperti:

أَمَا وَاللَّهِ إِنَّ اللّه ليعلم أنّي صادق

Maka demi Allah sesungguhnya Dia tau bahwasanya Aku adalah orang benar.

Dalam Hadist:

أَنْتُمْ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لأَخْشَاكُمْ

Kalian yang mengatakan begini dan begitu, maka demi Allah, sungguh saya adalah yang paling bertaqwa di antara kalian.

Referensi:

-> Lihat Hadist Bukhori/Muslim Bab Nikah.

-> Lihat Kitab : جمع الفوائد من جامع الأصول ومجمع الزوائد (Imam Muhamad Bin Muhammad Bin Sulaiman)

4). Huruf am (أم), hamzah fathah dan mim sukun). Huruf ini mempunyai arti أو (atau) dan بل (bahkan, tetapi ) yang fungsinya sebagai berikut:

  • Am sebagai huruf ‘athaf, dimana dalam penggunaanya mesti didahului hamzah istifham, seperti

 َأَزَيْدٌ أَمْ خَاِلدٌ فِي بَيْتِك

Apakah Zaid atau Kholid yang di rumahmu ?

  • Am sebagai huruf isti’naf (permulaan), atau munashilah (pemisah) bermakna bal (بل), seperti:

تَنزِيلُ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِن رَّبِّ الْعَالَمِينَ (السجدة ٢) أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۚ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّا أَتَاهُم مِّن نَّذِيرٍ مِّن قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ (السجدة٣

Untuk ‘irab Ayat Al-Quran ini, silahkan dibuka kitab ‘irab Al-Quran & tafsirnya.


Wallahu’alam. Semoga bermanfaat.

اللهم إني أسألك علما نافعا وعملا متقبلا ورزقا طيبا

المراجع : القرآن الكريم, كتاب بخارى و مسلم, كتاب جمع الفوائد من جامع الأصول ومجمع الزوائد

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *