News...!
اللهم إني أسألك علما نافعا وعملا متقبلا ورزقا طيبا
Tips  

Teknik Cepat Menguasai Bahasa Arab Dengan Membaca dan Menulis

5
(1)

Bismillahirrahmanirrahim. Pernahkah antum berada di posisi ini: ke mana pun pergi selalu bawa catatan kosa kata (mufrodat) di saku, dihafal setiap saat, tapi rasanya otak sudah mulai “berasap”?

Menghafal puluhan, ratusan, bahkan ribuan kata memang terasa keren di awal. Tapi jujur saja, pernah tidak antum merasa jenuh ketika ribuan kata itu menumpuk di kepala, tapi saat mau dipakai malah hilang entah ke mana?

Matematika Hafalan vs Realita

Mari kita hitung-hitungan sedikit. Kalau sehari kita hafal 10 kata, dalam sebulan kita punya 300 kata. Dalam setahun? Ada 3.600 mufrodat di luar kepala!

Secara teori, dengan 3.600 kata, kita sudah bisa membaca buku bahasa Arab dengan lancar. Tapi faktanya, berdasarkan pengalaman pribadi saya sekitar 10 tahun lalu, hasil yang didapat cuma 10%. Sisanya? Menguap begitu saja.

Apakah teknik menghafal itu salah?

Tidak juga. Teknik itu benar, tapi menurut hemat saya kurang tepat. Efeknya, saya dulu sempat pesimis dan merasa, “Duh, kayaknya saya nggak bakat bahasa Arab, susah banget!”

Sampai suatu hari, saya bertemu seorang rekan kuliah di Bandung. Saya perhatikan, dia asyik sekali membaca cerpen, makalah, dan buku-buku ringan berbahasa Arab. Iseng saya tanya, “Antum paham isinya?”
Jawabannya bikin saya takjub: “Iya, 100% paham.”

Saya pun curhat. Kenapa saya yang sudah hafal ribuan kata masih harus bolak-balik buka kamus setiap baca satu halaman? Dia cuma tersenyum tipis dan bilang:

“Saya nggak pernah menghafal mufrodat, apalagi ditulis di kertas kecil buat penghias saku. Modal saya cuma berlatih membaca, menulis, dan bikin cerita sendiri.”

Kuncinya: Konteks, Bukan Sekadar Hafalan

Memang awalnya kita butuh kamus karena tabungan kata masih minim. Tapi seiring berjalannya waktu, jika kita terus melatihnya lewat bacaan dan tulisan, lama-lama kamus itu akan berdebu dengan sendirinya karena otak kita belajar mengenali kata dalam konteks kalimat, bukan kata yang berdiri sendiri.

Lalu, apa yang saya lakukan selanjutnya? Teman saya itu malah bertanya, “Antum punya uang berapa?”
Wah, saya pikir dia lapar mau minta jajan bakso! 😄 Ternyata, dia mengajak saya ke toko buku. Dia menyuruh saya membeli buku-buku bahasa Arab (waktu itu saya beli 5 buku saja).

Pesannya sederhana:

  • Baca bukunya.
  • Pahami isinya.
  • Berlatih menulis menggunakan kata-kata yang ada di buku itu.
  • Cari mentor yang siap mengoreksi tulisan kita. Jangan anti-kritik kalau mau maju!

Kesimpulan

Menghafal itu baik, tapi tanpa latihan (drill) membaca dan menulis, hafalan itu akan mudah hilang. Sejak mengikuti saran beliau, rasanya belajar bahasa Arab jadi jauh lebih ringan. Saya tidak lagi memikul beban target hafalan harian, tapi kosa kata itu melekat dengan sendirinya lewat interaksi langsung dengan teks.

Jadi, buat antum yang sedang berjuang, jangan menyerah ya! Ubah strateginya, perbanyak bacaan, dan mulai menulis.

Cerita lanjutnya Ketika “Modal Nekad” Menulis Bahasa Arab Berujung Ambyar


|||Lihat juga: Tips Belajar Bahasa Arab Dengan Mudah.

مع أطيب التمنيات لكم بالتوفيق والنجاح, حيثما تدرس يمنحك الله علما نافعا لنفسك، و أسرتك، و مجتمعك، ووطنك

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *