News...!
اللهم إني أسألك علما نافعا وعملا متقبلا ورزقا طيبا

Kalimat Mufidah: (الكلام, الكلم dan القول) Dalam Bahasa Arab

5
(15)

BismilahiRahmaniRahim. In Syaa Allah kita akan mengenal perbedaan antara kalimat, kalam, kalim dan qaul Dalam Bahasa Arab.

1. Kalimat (الكلمة)

Dalam bahasa arab, huruf hijaiyyah adalah dasar dalam pembentukan suatu kata atau kalimat. Contoh: huruf fa (ف) menyatu dengan huruf min (م) akan berbunyi فَمٌ yang berarti (mulut), dan juga seperti huruf ‘ain (ع) apabila terangkai dengan huruf iya (ي) dan nun (ن) menjadi عَيْنٌ (mata). Ini yang dimaksud dengan kata atau kalimat dalam bahasa arab.

الكلمة هي اللفظة الواحدة التي تتركب من بعض الحروف الهجائية، وتدل على معنى جزئى؛ أي: مفرد

Kata/ Kalimat dalam bahasa arab yaitu suatu kata yang terangkai dari huruf hijaiyyah dan hanya menunjukan kepada objek tunggal yang belum bisa difahami secara sempurna.

Artinya, meskipun kata famun dan ‘ainun di atas sudah memiliki arti, namun belum bisa difahami sempurna, sebab masih dalam bentuk mufrad (tunggal) yang hanya menunjukan kepada objek tertentu.

Agar keduanya dapat difahami dengan sempurna, maka mesti terdapat kata lanjutan, seperti: الفم مُفِيْدٌ (mulut itu berfaidah), العين نافعة ( mata itu bermanfaat).

Rangkaian dua kata seperti alfamu mufidun dalam ilmu nahwu sudah tergolong makna murakab (المعنى المركب), atau makna tam (المعنى التام), atau makna mufid (المعنى المفيد), sehingga maksud dari si mutakallim (pembicara) sudah tersampaikan dengan baik dan bisa difahami oleh si pendengar (السامع).

2. Kalam (الكلام)

الكلام هو ما تركب من كلمتين أو أكثر، وله معنى مفيد مستقل، مثل: لن يهمل عاقل واجبا.

Kalam adalah rangkaian kalimat yang terdiri dari dua kata atau lebih dan mempunyai makna yang sempurna, seperti: orang berakal tidak akan mengabaikan kewajiban.

Kalam yang dimaksud dalam ilmu nahwu mesti memenuhi dua unsur secara bersamaan yaitu tarkiib (التركيب), dan mufid (المفيد), yaitu terangkai dari kata-kata dan memiliki makna yang sempurna.

Apabila yang berbunyi hanya kata يهمل misalkan, maka tidak disebut dengan kalam karena tidak murakkab, begitu juga jika hanya berbunyi لن يهمل عاقل tidak juga dikatakan kalam karena belum melahirkan makna sempurna, meskipun sudah memenuhi unsur tarkiib.

Adakalanya sebuah kalimat tarkiib mufid terdiri dari rangkaian yang semuanya nampak secara dzahir, seperti: ذهب خالد إلى المدرسة (Khalid pergi ke sekolah), atau terdiri dari rangkaian kata-kata yang salah satunya nampak dan lainya mustatir (tersembunyi), seperti: أذهب (aku akan pergi), dimana kata أذهب terdiri dari dua kata yaitu dhamir (أنا) + fi’il madhi (ذهب) dalam bentuk fi’il mudhari‘.

3. Kalim (الكلم)

هو ما تركب من ثلاث كلمات فأكثر؛ سواء أكان لها معنى مفيد، أم لم يكن لها معنى مفيد. فالكلم مفيد مثل: الجبال ثروة بلد إندونيسيا، الرز محصول أساسي في بلادنا إندونيسيا، وكلم غير مفيد مثل: إن تكثر الجريمة

Kalim adalah rangkaian kalimat yang terdiri dari tiga kata atau lebih, baik memiliki makna sempurna maupun tidak. Semisal kalimat sempurna: ” Gunung merupakan kekayaan Negri Indonesia” , atau padi merupakan produk pertanian utama di Indonesia”. Semisal kalimat tidak sempurna: ” Jika kriminalitas merajalela….”

4. Qoul (القول)

القول هو كل لفظ نطق به الإنسان؛ سواء أ كان لفظا مفردا أم مركبا، سواء أ كان تركيبه مفيدا أم غير مفيد

Qoul adalah setiap lafadz yang diucapkan oleh seseorang, baik hanya satu kata maupun rangkaian kata-kata, baik memiliki makna sempurna maupun tidak. Artinya, qoul merupakan ungkapan yang lebih umum dari pada kalimat, kalam dan kalim.

Seperti ungkapan berikut ini:

إنّ إندونيسيا … قد حضر … هل أنت … كتاب خالد

Semua ungkapan diatas adalah qoul, bukan kata/kalimat sebab tidak tunggal, bukan kalam sebab tidak memiliki arti sempurna, dan juga bukan kalim sebab tidak terangkai dari tiga kata atau lebih.

Catatan:

-> Orang Arab terkadang mengucapkan kalimat, namun yang dimaksud adalah kalam, seperti bunyi: لا إله إلا الله

-> Suatu ungkapan terkadang disebut kalim dan kalam secara bersamaan, seperti bunyi: قد قام خالد (Khalid sungguh telah berdiri). Disebut kalam sebab mempunyai makna sempurna, dan disebut kalim sebab tersusun dari tiga kata. Adapun bunyi kalimat إن قام خالد (jika Khalid berdiri) hanya disebut kalim, sebab belum sempurna.

Terkait dengan pembahasan ini, Ibnu Malik bersyair:

كَلاَمُــنَا لَفْــظٌ مُفِيْدٌ كَاسْــتَقِمْ # وَاسْمٌ وَفِعْلٌ ثُمَّ حَرْفٌ الْكَلِمْ

Kalam dalam ilmu nahwu adalah suatu lafadz yang mempunyai arti, seperti “istaqim”. Isim, fi’il dan huruf adalah tiga unsur yang dinamakan dengan kalim.

وَاحِدُهُ كَلِمَةٌ وَالْقَوْلُ عَمْ # وَكَلْمَةٌ بِهَا كَلاَمٌ قَدْ يُؤمْ

Setiap kata tunggal dari tiga unsur diatas dinamakan dengan kalimat. Adapun qoul mempunyai arti lebih umum, dan dengan menyebut kalimat terkadang dimaksudkan adalah kalam.

Isim, fi’il dan huruf adalah tiga unsur dasar dalam pembentukan suatu kalam. Agar pembahasanya lebih spesifik akan dibahas sesuai faslnya masing-masing.


Wallahu’alam. Semoga bermanfaat

اللهم إني أسألك علما نافعا وعملا متقبلا ورزقا طيبا

Sumber: Abas Hasan, An-Nahwu Al-Wafi, Jilid1, Hal 13-26, Cetakan ke-3, Dar El-Ma’arif – Cairo.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 15

No votes so far! Be the first to rate this post.

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *